Tindakan Preemtif-Preventif di Kedepankan Polres Rejang Lebong

Rejang Lebong, kabar86.com – Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu, menyebutkan pelaksanaan Operasi Zebra Nala 2020 di wilayah itu lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif guna mencegah peningkatan angka kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno melalui Kasat Lantas Iptu Aan Setiawan di Mapolres Rejang Lebong, Senin mengatakan, pelaksanaan Operasi Zebra Nala 2020 dilaksanakan selama 14 hari terhitung 26 Oktober hingga 8 November mendatang melibatkan 30 personel.

“Operasi Zebra Nala tahun 2020 yang digelar Polres Rejang Lebong kali ini lebih mengedepankan upaya preemtif dan preventif sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Rejang Lebong,” kata Aan.

Dijelaskan dia, tindakan preemtif dan preventif yang dilakukan pihaknya tersebut diberikan kepada pengendara kendaraan roda dua maupun empat yang kedapatan melanggar peraturan lalu lintas berupa teguran dengan harapan mereka tidak mengulanginya lagi.

“Untuk pemberian tilang hanya diberikan kepada pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas seperti kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang,” terangnya.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra Nala 2020 ini, pihaknya kata dia, pihaknya selain menyasar pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas juga pengendara yang tidak menggunakan masker. Di mana pengendara yang tidak menggunakan masker diberikan edukasi dan kemudian diberikan masker gratis.

“Tadi ada 15 orang yang tidak menggunakan masker dan setelah diberikan edukasi pentingnya memakai masker saat keluar rumah guna mencegah penyebaran COVID-19, kita juga tadi memberikan lima paket sembako untuk warga terdampak COVID-19 yang datangi langsung ke rumah-rumah mereka,” tambah dia.

Operasi Zebra Nala 2020 yang dilaksanakan Polres Rejang Lebong kali ini kata Aan, menyasar delapan sasaran operasi yang menjadi prioritas diantaranya tidak menggunakan helm SNI, menggunakan HP saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman. Selanjutnya penggunaan knalpot grong/racing atau tidak standar, kelebihan muatan, bonceng tiga, melawan arus dan over dimensi (Ant)