Jakarta – Perayaan Imlek 2575 Kongzili diwarnai dengan kemeriahan sunatan massal. Dua puluh anak ikut ambil bagian pada acara yang berlangsung di kantor pusat Kementerian Agama, jalan MH Thamrin, Jakarta.

Sunatan Massal digelar umat Khonghucu bekerja sama dengan Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu. “Terima kasih kepada Pusbimbdik Khongucu dan segenap panitia yang telah menyukseskan acara sunatan massal ini. Selama belum akil balik anak-anak harus di khitan,” kata Ketua Pelaksana, WS Lie Suprijadi di Jakarta, Minggu (11/2/2024).

“Anak-anak harus dijaga sampai besar, terutama anak lelaki, karena Dia yang meneruskan keturunan dan membawa marga orangtuanya. Dia juga sebagai imam besar dalam keluarganya. Bahkan, dalam ajaran Khonghucu dilarang menikah dua kali, nikah itu hanya sekali, kecuali meninggal dunia,” lanjutnya.

Mewakili Kepala Pusbimdik Khonghucu Susari, WS Lie Suprijadi menyampaikan bahwa manusia yang dilahirkan ke dunia ini berasal dari rahim seorang wanita. Dalam ajaran Khonghucu, manusia pertama dilahirkan dari seorang wanita. Maka dari itu, semua manusia sama, lahir dari rahim seorang wanita.

Sebelum perayaan imlek, lanjut WS Lie Suprijadi, umat Khonghucu biasanya membereskan semua barang yang sudah tidak terpakai di rumahnya untuk diberikan kepada orang yang tak mampu. Umat Khonghucu diajarkan untuk saling membantu dan saling menghormati.

“Banyak kegiatan sosial yang dilakukan sebelum dan sesudah perayaan Imlek. Hari ini kita adakan sunatan massal. Nanti setelah Imlek juga biasanya ada Lontong Cap Go Meh,” kata WS Lie Suprijadi.

WS Lie Suprijadi menjelaskan, dalam catatan sejarah, Laksamana Cheng Ho yang memberi nama kata ‘Lontong’. Sejak itu, setiap 15 hari setelah Imlek, ada lontong cap go meh untuk dibagikan kepada sesama manusia.

“Selamat merayakan Imlek. Semoga sunatan massal ini berjalan lancar dan baik,” tandas WS Lie Suprijadi.

Tampak hadir beberapa perwakilan pejabat dari Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu. (Red)