kasus positif COVID-19 di Bengkulu Hari ini bertambah 60

Bengkulu. kabar86.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu, Jumat, mengumumkan tambahan 60 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif di daerah itu, sehingga total angka positif saat ini mencapai 1.355 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan tambahan 60 kasus baru itu tersebar di enam kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

“Diantaranya 32 kasus di Kota Bengkulu, 17 kasus di Kabupaten Bengkulu Utara, 7 kasus di Kepahiang, 2 kasus di Bengkulu Selatan dan di Kaur dan Seluma masing-masing 1 kasus,” kata Herwan.

Dari 60 orang yang terinfeksi itu sebagian merupakan kategori orang tanpa gejala (OTG) dan sebagian lagi mengalami gejala medis seperti demam, batuk, susah bernafas, sakit tenggorokan dan kehilangan indera penciuman.

Menurutnya, dari hasil penelusuran sementara, kebanyakan dari tambahan kasus tersebut sebelumnya memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi positif dan sebagian lagi masih dalam proses penelusuran.

“Kita masih melakukan penelusuran (tracing)  untuk melihat siapa saja yang kontak dengan mereka, namun dari riwayatnya memang banyak yang kontak erat dengan kasus positif,” papar Herwan.

Ia menambahkan hampir seluruh kasus konfirmasi positif yang diumumkan hari ini hanya diminta cukup melakukan isolasi mandiri, sebab kebanyakan mereka hanya mengalami gejala ringan.

Selain tambahan kasus konfirmasi positif, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu juga mengumumkan tambahan satu kasus meninggal dunia akibat COVID-19.

Tambahan kasus tersebut nomor 1312 yang merupakan perempuan berusia 63 Tahun asal Kabupaten Bengkulu Selatan, meninggal dunia pada tanggal 11 November lalu di RSUD M Yunus Bengkulu.

Selain itu, hari ini juga terdapat 11 kasus yang dinyatakan sembuh sehingga total sementara orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bengkulu sebanyak 970 orang.

“Untuk kasus meninggal dunia, total sebanyak 60 orang dan kalau dipersentasekan dari total angka kasus positif maka tingkat kematiannya mencapai 4,42 persen,” demikian Herwan.(An)