Bengkulu Utara, kabar86.com – KPUD Bengkulu Utara terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada basis pemilih.
Meski sudah melakukan beberapa sosialisasi pemilihan kepala daerah(Pilkada) dalam rangka menghadapi pilkada serentak tahun 2020 dalam beberapa bulan terakhir, tak menyurutkan semangat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bengkulu Utara untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada kepada calon pemilih.
Kepala bidan Devisi sosialisasi, pendidikan pemilih bahwa partisipasi masyarakat dan sumberdaya manusia KPUD kabupaten Bengkulu Utara, Ramadiandri, yang mana sosialisasi tetap akan dilakukan hingga tangga 08 mendatang.
Yang dilarang dalam masa tenang ini adalah kampanye bagi Paslon tidak demikian dengan penyelenggara pemilu”, ungkap Rama.
” ini dinilai efektif, selain bisa mencegah kluster baru Covid-19 yang mengumpulkan orang banyak juga bisa memanfaatkan waktu bersantai menjadi suatu edukasi dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat ,sosialisasi dengan basis pemilih komunitas, yakni Bengkulu Truck Pick up Lover, selain itu sosialisasi kerumah rumah, kami lakukan sosialisasi di alun alun menyambangi satu persatu pemilih dengan membawa alat peraga”, jelas Rama.
Minggu sore 06/12 di Alun alun kota Arga makmur, soasialisasi yang merujuk kepada basis pemilih komunitas masayarakat umum yang sedang bersantai di alun alun kota Arga makmur.
Seperti diketahui sosialisasi telah dilakukan KPUD Bemgkulu Utara dengan berbagai basis pemilih, mulai dari pilih pemula, pemilih muda, komunitas perempuan , tokoh masyarakat , ormas, serta kaum marjinal dan masyarakat lainnya.
Menariknya , Rama menjelaskan bahwa KPUD Bengkulu Utara yang menerapkan sosialisasi massif oleh Badan Add Hock.
“Kami memberi target kepada setiap PPS untuk melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah minimal dalam dalam satu hari mereka melakukan sosialisasi ke 5 orang pemilih, metode ini sudah kita terapkan beberapa Minggu ini, hitung saja kita punya 220 desa ,dalam desa kita menemui 3 orang TPS ini berarti kita melakukan sosialisasi dalam sehari setidaknya 3.3000 pemilih seBengkulu Utara,” ujarnya.
Kendati demikian dia tidak menampik akan ancaman penurunan partisipasi pemilih masyarakat dalam pilkada 2020 ini diBengkulu Utara, terlebih Bengkulu Utara masuk dalam 25 daerah se Indonesia dengan pasangan calon tunggal .”kita sangat optimis dengan target 80 persen partisipasi masyarakat karena itulah kita laksanakan secara massif , agar angka penurunan partisipasi masyarakat diminimalisir sekecil mungkin,tutup Ramadiandri. (Adv)