Melalui Aplikasi Sidale’ak, RSUD Lebong Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kabar86.com, Lebong – Pemerintah kabupaten Lebong melalaui Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong dan RSUD Lebong berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau. upaya memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri mulai berdatangan diantaranya sebuah inovasi baru meluncuran aplikasi Sidale’ak (Sidarah), dengan tujuan mempermudah masyarakat Lebong bisa mengakses dimanapun stok darah yang tersedia di bank darah.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Lebong dr Menoffliandi Leswin di ruang kerjanya pada kamis 30/04/2026, akan segera melaunching aplikasi bernama “Sidale’ak (Sidarah)”.saat ini kebutuhan darah (donor) bisa dikatakan hampir setiap hari dibutuhkan masyarakat untuk berobat baik itu ketika akan melakukan operasi maupun cuci darah.

Setiap hari selalu ada darah yang diminta masyarakat,” sampainya.
Lanjut Direktur, selama ini masyarakat yang membutuhkan darah, harus langsung mendatangi RSUD Lebong dalam hal ini UPTD transpusi darah untuk mengetahui ketersediaan darah dan tidak sedikit juga ketersediaan darah habis sehingga harus mencari terlebih dahulu pendonor.
Dengan inovasi baru mengembang sebuah aplikasi yang bernama sidale’ak ,nantinya masyarakat yang membutuhkan darah bisa langsung membuka aplikasi untuk mengetahui stok darah yang ada
“Jika tidak ada halangan, aplikasi secara resmi akan kita launching pad abulan Mei mendatang,” ucapnya.

Ditambahkan Direktur, selain mengetahui stok darah, nantinya didalam aplikasi Sidale’ak juga akan diinformasikan terkait kegiatan dilapangan, dalam hal ini untuk jadwal dan tempat pelaksanaan donor darah.

“Masyarakat akan bisa mengetahui dimana kegiatan donor darah dan bisa datang untuk mendonor,” tuturnya.

Pada aplikasi sidale’ak juga akan mengingatkan kepada pendonor,nantinya akan ada notifikasi WhatsApp (WA) di nomor pendonor,bahwa sudah lewat 3 bulan sejak mendonor dan sudah bisa kembali mendonorkan darahnya.
“Jadi pendonor bisa mengetahui bahwa dirinya sudah bisa kembali mendonorkan darahnya,” ujarnya.
Selanjutnya ketika stok darah yang dibutuhkan kosong, maka akan disediakan tempat masyarakat untuk bertanya dan nantinya akan dijawab oleh petugas terkait pendonor yang kemungkinan bisa mendonorkan darahnya, itu jika pihak keluarga tidak ada yang bisa mendonor darah dari keluarga pasien,” tutupnya. (Adv)