Di Rejang Lebong Terinfeksi COVID-19 Kembali Bertambah 15 Orang

Bengkulu, kabar86 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah warga daerah itu yang terinfeksi COVID-19 kembali bertambah 15 orang sehingga totalnya saat ini mencapai 750 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syamsir dalam keterangan tertulisnya di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam beberapa hari belakangan menunjukkan peningkatan sehingga harus diwaspadai agar tidak bertambah banyak.

“Pada hari ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 15 kasus, sehingga total jumlah kasus konfirmasi sampai saat ini menjadi 750 kasus,” kata dia.

Dia mengatakan, dari 15 kasus terkonfirmasi positif yang baru ini satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia sehingga jumlah pasien yang meninggal dunia totalnya menjadi 14 kasus. Pasien yang meninggal dunia ini telah dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan pada Rabu sore (7/4).

Dari 750 kasus warga yang terkonfirmasi COVID-19 ini kata dia, sebanyak 710 sudah dinyatakan sembuh, kemudian yang dinyatakan meninggal dunia ada 14 kasus dan 26 kasus lagi masih dalam pengawasan.

“Untuk kasus meninggal dunia tersebut adalah kasus nomor 749, berjenis kelamin perempuan berusia 64 tahun dari Kecamatan Curup Tengah,” terangnya.

Sementara itu untuk pasien yang statusnya masih dalam pengawasan kata Syamsir, mereka ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing serta ada juga tengah menjalani perawatan di RSUD Curup, RS M Yunus Bengkulu maupun yang dirawat di RS AR Bunda Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Selain itu pihaknya juga mencatat data jumlah kasus suspect sebanyak 482 kasus, dengan jumlah suspect di isolasi ada 4 kasus, serta data sampel tes usap (swab) yang telah diperiksa di laboratorium sebanyak 3.022 spesimen.

Dia mengimbau, masyarakat Rejang Lebong untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 5M dengan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, kemudian rajin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, selalu menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. (Ant)