BSSN Jadikan Bengkulu Sebagai Contoh Aplikasi Pengamanan Data Digital

Bengkulu – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai pilot project atau percontohan penerapan aplikasi Secure File Encryption (Selection) versi 3.0 yaitu sebuah aplikasi untuk pengamanan data digital.

Sandiman Pertama Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Ahmad Fajri di Bengkulu Kamis menyebutkan, aplikasi Selection adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mengamankan file elektronik kedinasan pada semua klasifikasi yaitu biasa, terbatas, rahasia maupun sangat rahasia.

Menurutnya, aplikasi ini akan membantu pemerintah daerah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan tepercaya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 yang mewajibkan setiap instansi pemerintah dituntut dapat menyelenggarakan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

“Hasil enskripsi dokumen elektronik melalui aplikasi Selection dapat ditransmisikan, diunggah, atau dikirim kepada sesama penggunaan Selection dengan menggunakan jalur komunikasi atau media transmisi apapun yang tersedia fitur attach file,” kata Ahmad.

Aplikasi yang merupakan produk karya mandiri BSSN ini telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk kemudian digunakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.

Untuk tahap awal, Provinsi Bengkulu mendapatkan lima perangkat yang akan diinstal untuk tim tata usaha gubernur, wakil gubernur serta Sekda masing-masing satu dan dua perangkat lainnya diinstal pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu.

Selain itu, BSSN juga memberikan bimbingan teknis bagi para sandiman di lingkungan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota terkait penggunaan aplikasi tersebut yang dilaksanakan secara hibrid, langsung tatap muka dan virtual.

Ahmad menjelaskan, aplikasi Selection dirancang menggunakan algoritma simetrik mandiri BSSN dan algoritma asimetrik yang dapat beroperasi secara offline maupun online di perangkat komputer atau laptop dengan system operasi windows.

“Aplikasi Selection ini akan didistribusikan ke-39 lokasi yaitu Kementerian Dalam Negeri, ke-34 provinsi dan empat kabupaten/kota,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto menilai saat ini kasus kebocoran informasi dan dokumen kedinasan cukup tinggi karena banyak instansi pemerintah yang masih mengirimkan dokumen pemerintahan menggunakan aplikasi email atau aplikasi komunikasi lainnya yang bersifat publik.

Gotri mengapresiasi upaya BSSN menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai provinsi percontohan penerapan aplikasi Selection versi 3.0 dan berharap melalui aplikasi ini bisa meningkatkan sistem keamanan data dan informasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BSSN yang telah memfasilitasi aplikasi dan perangkat Selection ini. Semoga dengan adanya aplikasi ini kerahasiaan data dan informasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadi lebih optimal,” demikian Gotri. (Ant)