LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong resmi memulai tahapan penting Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang Pertama Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/10/2026) tersebut ditandai dengan pengundian nomor urut dan tanda gambar calon kepala desa, sekaligus Deklarasi Damai Pilkades yang dipimpin langsung oleh Bupati Lebong.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengundian nomor urut dan deklarasi damai bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan masyarakat selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Bupati berharap seluruh calon kepala desa dapat menerima hasil pengundian dengan lapang dada serta menjadikannya sebagai awal untuk berkompetisi secara sehat, santun, dan bermartabat. Ia juga mengingatkan setiap calon agar memiliki kesiapan untuk menang maupun kalah dengan sikap dewasa.

“Saya berharap seluruh calon kepala desa dapat menerima hasil pengundian dengan lapang dada. Jadikan ini awal untuk berkompetisi secara sehat, santun, dan bermartabat. Tanamkan prinsip siap menang dan siap kalah dengan jiwa besar,” ujar Bupati di hadapan para peserta.

Bupati juga meminta para calon kepala desa agar mengutamakan penyampaian visi, misi, dan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Pilkades harus menjadi ruang bagi warga untuk menilai kemampuan, gagasan, serta komitmen setiap calon dalam membangun desa.

Ia menegaskan bahwa praktik politik uang atau money politics, kampanye hitam, penyebaran berita bohong atau hoaks, intimidasi, dan provokasi tidak boleh dilakukan. Berbagai tindakan tersebut berpotensi merusak proses demokrasi sekaligus mengancam kerukunan masyarakat di tingkat desa.

“Jangan korbankan kerukunan warga demi ambisi sesaat. Kompetisi ini hanyalah sarana, sedangkan persaudaraan dan kepentingan masyarakat Lebong jauh lebih utama dari sekadar kemenangan politik,” tegasnya.

Selain mengingatkan para calon, Bupati turut menekankan pentingnya profesionalisme panitia pemilihan di seluruh tingkatan. Panitia diminta menjalankan tugas secara netral, transparan, objektif, dan berintegritas dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta Peraturan Bupati yang berlaku.

Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul selama tahapan Pilkades diselesaikan melalui mekanisme dan ketentuan hukum yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan tekanan atau kepentingan kelompok tertentu.

“Saya ingatkan kepada seluruh panitia, jaga netralitas dan integritas. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan tekanan atau kepentingan pihak tertentu,” tambahnya.

Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, Pemkab Lebong memperkuat koordinasi dengan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), para camat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pemerintah desa. Masyarakat dan tim pendukung masing-masing calon juga diimbau menghormati perbedaan pilihan serta tidak mudah terpengaruh isu negatif yang dapat memicu perselisihan.

Harapan terhadap pelaksanaan Pilkades yang damai juga datang dari masyarakat. Seorang warga Lebong, Ceggy menyampaikan bahwa perbedaan pilihan politik seharusnya tidak merusak hubungan antarwarga.

“Kami berharap Pilkades berjalan aman dan jujur. Siapa pun calon yang didukung, jangan sampai membuat hubungan keluarga dan tetangga menjadi renggang. Yang terpenting, kepala desa terpilih nanti benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ujar Ceggy kepada media.

Bupati menegaskan bahwa kepala desa yang terpilih secara sah nantinya merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya. Karena itu, seluruh warga diharapkan dapat kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai dan bersama-sama mendukung pembangunan desa.

“Siapa pun yang nantinya terpilih secara sah, dialah pemimpin desa kita yang harus didukung bersama untuk membawa desa menjadi lebih maju dan sejahtera,” pungkas Bupati.

Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebong, Wakil Bupati Lebong, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., serta Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K.

Turut hadir perwakilan Dandim 0409/Rejang Lebong melalui Danramil 409-01/Lebong Utara Kapten Inf. Efrizal, panitia Pilkades tingkat kabupaten dan desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh calon kepala desa yang mengikuti Pilkades Serentak Gelombang Pertama Tahun 2026.

Melalui deklarasi damai tersebut, Pemkab Lebong berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan tertib, aman, dan demokratis. Pemerintah daerah juga mengajak semua pihak mengedepankan persatuan agar pesta demokrasi di tingkat desa menghasilkan pemimpin yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mendorong kemajuan desa. (Red)