BENGKULU UTARA.KABAR86. – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, mengawali hari pertama berkantor di Pulau Enggano dengan serangkaian agenda padat yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran beliau merupakan Komitmen dalam pelaksanaan Inpres Nomor 12 tahun 2025. Kegiatan berkantor di Kecamatan Enggano di mulai di Kantor Desa Banjar Sari, selasa (15/7/2025).
Dalam kunjungan ini, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima paparan dari Kepala Desa mengenai kebutuhan akses jalan pertanian yang sangat vital agar lahan sawah tersebut tidak terbengkalai di masa mendatang.

“Alhamdulillah kita bersama Forkopimda telah mendengar paparan Kepala Desa terkait kegiatan cetak sawah seluas 617 hektar, dan dibutuhkan akses jalan usaha tani menuju lokasi cetak sawah sepanjang 6,5 kilo. Maka saya bersama Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Ketua DPRD, mendampingi jajaran desa kita langsung meninjau usulan jalan usaha tani tersebut,” ujar Bupati Arie.
Adapun agenda utama Bupati selama berkantor di Enggano meliputi:
– Memastikan pelayanan kesehatan berjalan normal, termasuk operasional Rumah Sakit Bergerak Enggano sebagai pusat layanan BPJS.
– Memastikan proses belajar-mengajar di sekolah dasar tetap berlangsung.
– Memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) bagi masyarakat.
– Mengecek stok BBM di SPBU Satu Harga dan memastikan PLN Enggano beroperasi 24 jam.
– Memastikan hasil produksi sumber daya alam masyarakat dapat dipasarkan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan.
Selain itu, Pemkab Bengkulu Utara juga menyerahkan berbagai bantuan kemasyarakatan, di antaranya:
– Bantuan pembangunan masjid dan pesantren.
– Santunan untuk 30 anak yatim, piatu, dan anak tidak mampu, serta Bantuan sosial lainnya.
Fokus pada Proyek Strategis Nasional (PSN):
– Kampung Nelayan Merah Putih: Bupati meninjau progres sertifikasi lahan oleh BPN, kesiapan pasokan listrik dari PLN, air bersih dari Perumda Air Minum, serta dukungan infrastruktur lainnya.
– Cetak Sawah Baru: Tiga titik lokasi yang menjadi fokus pengembangan adalah Banjarsari (617 ha), Kahyapu (203 ha), dan Malakoni (48,6 ha), dengan prioritas pada Banjarsari sebagai program ketahanan pangan daerah.
Maka, untuk memastikan hal itu, kata dia lagi, ia bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bengkulu Utara akan meninjau langsung dan memastikan bahwa masyarakat di Pulau Enggano kembali dalam kondisi kondusif.
Kegiatan berkantor langsung di Enggano ini diharapkan dapat menjadi solusi percepatan pembangunan sekaligus membuka akses komunikasi lebih intens antara pemerintah daerah dengan masyarakat di pulau terluar tersebut. (Adv)












