Satu Lagi Oknum Kades Di Bengkulu Utara Tersandung Kasus Korupsi Dana Desa, Ini Faktanya

Bengkulu, kabar86.com – Kasus dugaan korupsi dana desa (DD) kemballi menyeret oknum kepala desa dalam wilayah hukum kejaksaan Negeri Bengkulu Utara provinsi Bengkulu.

Setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan dari berbagai pihak yang menjadi saksi dalam kasus dugaan koropsi pengolahan dana desa (DD) desa Kali kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Akhirnya pihak kejaksaan Negeri Bengkulu Utara Resmi melakukan penahanan terhadap oknum kepala Desa Kali  (SK), Kamis 29/7/21

Dalam rilis yang diterima media ini, Kepala Desa Kali Kecamatan Arma Jaya, yang diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi melanggar Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkulu Utara, Elwin Agustian Khahar, SH.MH melalui Kasi Pidsus Nopridiansyah, SH dan Kasi intel Denny Agustian,SH.MH dalam keteranganya menyatakan bahwa, penahanan tersangka SK selaku Kades Kali tersebut, terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa tahun 2020 lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa orang saksi yang merupakan perangkat desa Kali  ditemukan beberapa fakta Dimana kepala Desa Kali (SK,  Red), tidak pernah berkoordinasi serta melibatkan perangkat desa lainya dalam pengelolahan dana desa tersebut., Kepala desa memegang uang dan melakukan pembelanjaan sendiri, sehingga saat ini laporan pertanggung jawaban Anggaran dana Desa Tahun Anggaran 2020 belum ditandatangani oleh seluruh perangkat desa sebagai TPK maupun bendahara keuangan.

Dari hasil periksaan saksi- saksi juga di temukan fakta fakta lainya yaitu terdapat selisih dalam Laporan realisasi Anggaran penggunaan dana pada tahun 2020 sejumlah Rp.338.476,00( Tiga ratus tiga puluh delapan juta empat ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) yang ditanda tangani oleh SK, selaku kepala desa.

Sementara itu dalam rekening Koran Desa Kali tertanggal 14 April 2021 saldo dana desa hanya tersisa sejumlah Rp.1.788.460, ( Satu juta tujuh ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus enam puluh ribu rupiah, sedangkan realisasi kegiatan tidak ada sama sekali.

Disamping itu juga didapat fakta bahwa kepala Desa Kali (SK) telah melakukan pencairan dana desa sejumlah 8% dari dana desa tahun 2021 yang diperuntukan sebagi dana penanggulangan Covid-19 tahun 2021, dari rekening desa sejumlah Rp.60.000.000, (Enam puluh juta rupiah) dan hingga saat ini dana tersebut juga belum digunakan untuk penanggulanggan covid-19 desa Kali. Dan dana tersebut juga dipegang oleh Kepala Desa. (*)