Menteri Erick; Penelitian Pengembangan Vaksin dan Obat Domestik Harus Ditingkatkan

Jakarta,  kabar86.com –  Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa sebagian besar milestone ketahanan kesehatan telah terakselerasi dan terwujud selama pandemi COVID-19.

Di lingkungan Kementerian BUMN, akselerasi itu terlihat dari program jangka pendek berupa pembentukan holding farmasi dan rumah sakit.

“Untuk jangka menengah, kita tingkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan vaksin dan produksi obat-obatan domestik,” kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis.
Erick menjelaskan pihaknya juga menyiapkan program jangka panjang bagi ketahanan kesehatan. Kementerian BUMN menyiapkan holding farmasi dan rumah sakit milik negara yang berskala global untuk fokus pada tindakan preventif kesehatan.
“Ada empat tujuan strategis dari ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional. Keempat tujuan itu adalah menyediakan layanan kesehatan berkualitas, meningkatkan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta mewujudkan integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional,” kata Erick.
Saat ini, program ketahanan dan kemandirian kesehatan telah menjadi program prioritas pemerintah tak hanya saat pandemi.
Sejak awal periode pemerintahan, Kementerian BUMN langsung menjalankan tugas ganda meningkatkan peran ekonomi dan sosial di bidang ketahanan kesehatan, pangan, dan energi.
Erick menyampaikan bahwa khusus terkait pandemi, ekosistem BUMN sangat serius melayani masyarakat. Rumah sakit BUMN yang tersebar di 18 provinsi menyediakan tempat tidur khusus bagi pasien COVID-19. Selain itu, pihaknya juga menyediakan 19 laboratorium uji swab dan membuat standarisasi terapi kesembuhan COVID-19.
Dari sisi pencegahan, ekosistem BUMN juga terjun dalam menjalankan program vaksinasi. Selain mendorong ketersediaan, pihaknya juga terus berikhtiar untuk mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi melalui dua jalur, yakni pembentukan sentra vaksinasi, program vaksin gotong-royong, dan program kemandirian vaksin.
Sentra Vaksinasi Bersama, rencananya akan digelar di lima kota, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Tangerang. Melalui program tersebut diharapkan di setiap titik bisa divaksinasi 5.000 orang per hari. Sedangkan vaksi gotong royong, kata dia, dijalankan dengan membuka kesempatan bagi perusahaan swasta untuk terlibat.
Melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin), kalangan swasta bisa menggelar vaksinasi gratis untuk karyawan dan keluarganya. Program ini ditargetkan bisa menjalankan vaksinasi untuk 10,1 juta orang.
Adapun demi mewujudkan kemandirian vaksin, Bio Farma telah menyiapkan kapasitas produksi 250 juta dosis per tahun. Vaksin merah putih yang saat ini sedang dibuat akan menjadikan Indonesia tidak lagi bertanggung dengan vaksin impor.
“Saya optimis dengan kerja bersama dan kerja nyata, kita bisa membangun ketahanan kesehatan untuk mengatasi pandemi secara preventif dan kuratif, serta membangun kemandirian,” kata Erick Thohir.(Ant)