Kuasa Hukum Keluarga Sahbudi (Alm), Surati Kapolda Pertanyakan Perkembangan Proses Pidana Klienya.

Bengkulu, Kabar86.com – Kuasa hukum keluarga Sahbudi (Alm) pelaku penyerangan terhadap polisi pada 8 Desember 2020 lalu, yang akhirnya meninggal dalam tahanan Polres Bengkulu Utara Polda Bengkulu pada 9 Desember 2020, kembali pertanyakan perkembangan penanganan kasus klienya yang ditangkap dan meninggal dengan dugaan penganiayaan.

Melalui surat tertanggal 14 Januari 2021, dengan nomor : 02/LBH-WA/B/1/2021, perihal Permohonan informasi perkembangan penanganan perkara yang ditujukan kepada Kapolda Bengkulu.

Adapun Point yang disampaikan Kuasa Hukum Keluarga Korban Sahbudi (Alm ) dalam surat tersebut seperti yang disampaikan oleh salah seorang kuasa hukumnya (Wawan), kepada awak media, kita kembali mengirim surat yang, intinya mempertanyakan informasi perkembangan terhadap laporan tertulis yang sudah di sampaikan kepada pihak polda Bengkulu.

“Ya betul kami mengirim surat kembali ke Polda Bengkulu, yang intinya kami mempertanyakan perkembangan kasus pak Sahbudin (Alm) Sesuai dengan Laporan tertulis dengan nomor: 55/LBH-WA/B/XI/2020, tanggal 29 Desember 2020, itu yang pertama,” Jelas wawan

“ Kemudian pada point kedua intinya kami mempertanyakan Perkembangan terhadap penanganan laporan dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya pak Sahbudin bin Japarudin (Alm) terhadap pidana umum, dan yang terakhir tentunya kami meminta informasi sejauh mana proses penanganan atas laporan kami tersebut,” jelas Ketua LBH wawan Adil.

Berdasarkan informasi yang didapat kuasa hukum keluarga korban yang mengecek langsung ke Polda Bengkulu beberapa waktu lalu pun menyampaiakan,

“ Kalau dari informasi yang kita dapat waktu itu pihak Propam Polda Bengkulu, telah ditetapkan 5 ( lima) orang oknum polisi dari Polres Bengkulu Utara Sebagai tersangka, tapi itukan di internal, tapi pidana umumnya belum, dan itu yang sedang kita pertanyakan.” Jelasnya

Wawan juga mengatakan dirinya bersama Ahli Waris keluarga Sahbudin (Alm) berharap pihak Polda Bengkulu dalam hal ini Kapolda Bengkulu Irjen Teguh Sarwono independen dalam menangani laporan ini dan dibuka selebar lebarnya di publik terkait kejelasan peristiwa yang telah memakan korban jiwa ini.

Sementara itu keluarga korban yang dihubungi awak media menyampaikan, bahwa pihak keluarga sangat mengharapkan penyelesaian kasus ini secara hukum, Sehingga dapat memberi efek jerah bagi pelaku, jangan semenah menah terhadap masyarakat kecil, jika mereka bersalah silahkan proses sesuai dengan hukum yang berlaku, jangan disiksa, apalagi sampai meninggal, harusnya Polisi itu profesional dalam melaksanakan tugasnya, ungkap ris salah seorang keluarga korban.(*)