BENGKULU – Masalah kesehatan reproduksi di kalangan remaja, khususnya dismenore atau nyeri haid, kini menjadi perhatian serius. Merespons tingginya angka keluhan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu menginisiasi program pemberdayaan bertajuk “Bye Nyeri Haid!” di SMA Negeri 01 Kota Bengkulu.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini resmi digelar di sekolah tersebut pada Jumat (7/8/2026). Acara dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 01 Kota Bengkulu, Syahroni, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi serta harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi kesehatan siswi, sekaligus mempererat kerja sama antara pihak sekolah dan Poltekkes Kemenkes Bengkulu ke depan.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kheli Fitria Annuril, S.Kep., M.Kep., ini difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan dan penerapan metode penanganan nonfarmakologis. Menurut Kheli, intervensi ini krusial mengingat dismenore sering kali dianggap remeh, padahal dampaknya signifikan terhadap produktivitas belajar siswi.

“Kami mengedukasi para siswi bahwa nyeri haid tidak selalu harus diatasi dengan obat-obatan. Melalui latihan fisik ringan, teknik relaksasi, dan pemahaman anatomi yang benar, siswi dapat mengelola nyeri mereka secara mandiri dan aman,” ujar Kheli dalam keterangannya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan di mushola sekolah dengan sesi pemaparan materi oleh tim pengabdian, disusul diskusi dan tanya jawab interaktif. Para siswi tampak sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar permasalahan menstruasi yang kerap mereka hadapi sehari-hari. Acara ini ditutup dengan kegiatan senam ringan anti-dismenore yang dilakukan secara bersama-sama antara tim pengabdi dan para siswi.

Program ini menggunakan pendekatan participatory action research yang melibatkan peran aktif siswi. Selain edukasi, pembentukan kelompok kader sebaya “Dismenore Care” menjadi pilar keberlanjutan program. Kelompok ini diharapkan menjadi garda terdepan di sekolah untuk membantu teman sebaya yang mengalami gejala serupa.

Pihak sekolah mengapresiasi langkah inovatif ini. Diharapkan, dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan manajemen nyeri, angka ketidakhadiran siswi akibat dismenore dapat ditekan secara signifikan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes Bengkulu dalam mengimplementasikan pilar transformasi layanan primer, yakni promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan pendidikan. Tim juga mendistribusikan materi edukasi berkelanjutan berupa poster, modul, dan video tutorial yang dapat diakses kapan saja oleh seluruh warga sekolah. (**)