Nuansa Nasionalisme di Sukamulya, Pembangunan Koperasi Merah Putih Jadi Sorotan Camat Sematang Borang dan Kasdim

Sumsel.Kabar86.com, Palembang – Pemerintah Kecamatan Sematang Borang memperkuat sinergi lintas sektoral guna mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan infrastruktur koperasi. Langkah ini terlihat saat Plt. Camat Sematang Borang, Nur Muhammad Arpan, S.IP., M.Si., mendampingi Kasdim 0418/Palembang, Letkol Inf. Deri Septriandi, ST., MM., meninjau lokasi pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Sukamulya, Kamis (26/02).

​Pembangunan koperasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga Kelurahan Sukamulya dan sekitarnya. Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan serta koordinasi teknis agar pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

​Dalam peninjauan tersebut, Nur Muhammad Arpan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mengawal program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

​”Hari ini kami mendampingi Bapak Kasdim Palembang untuk melihat langsung progres di lapangan. Pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini merupakan langkah konkret kita dalam memperkuat ekonomi mikro di tingkat kelurahan. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari TNI melalui Kodim 0418/Palembang yang turut mengawal inisiatif ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Sukamulya,” ujar Nur Muhammad Arpan.

​Lebih lanjut, Arpan menjelaskan bahwa pemilihan nama ‘Merah Putih’ bukan sekadar identitas, melainkan simbol semangat gotong royong dan nasionalisme dalam memajukan kemandirian ekonomi lokal.

​”Koperasi ini bukan hanya soal gedung, tapi soal membangun sistem ekonomi yang inklusif di Sematang Borang. Kami berharap, dengan hadirnya Koperasi Merah Putih ini nantinya, para pelaku UMKM dan warga sekitar memiliki wadah resmi untuk mengembangkan potensi usaha mereka. Sinergi kami dengan Kasdim hari ini adalah komitmen bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan mendasar masyarakat di bidang ekonomi,” tambah Arpan.

​Peninjauan ini diakhiri dengan diskusi teknis bersama perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan koperasi di masa mendatang.(Red)