Gerakan Zakat Humanis, Pane Camat Sako Ungkap Rahasia Sukses Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan di Bawah Tema ‘Umat Berdaya

Sumsel.Kabar86.com, Palembang – Perhelatan BAZNAS Kota Palembang Award 2025 menjadi panggung apresiasi bagi para motor penggerak kesejahteraan umat di Kota Palembang. Di antara penerima penghargaan bergengsi tersebut, nama Camat Sako, Rakhman Hidayat Pane S,STP, mencuat sebagai salah satu OPD Kecamatan yang dinilai sukses mengimplementasikan semangat zakat sebagai kunci pemberdayaan.

​Mengambil tema besar “Zakat Tumbuh, Umat Berdaya Menuju Kota Palembang yang Sejahtera,” Camat Sako Rakhman Hidayat Pane menyampaikan pandangan yang inspiratif, humanis, dan inovatif terkait peran strategis pemerintah kecamatan dalam ekosistem zakat.

​Dalam statement pasca-penerimaan penghargaan, Camat Rakhman Hidayat Pane menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah sekadar piala, melainkan amanah dan validasi atas kerja kolektif.

​”Kami percaya, kecamatan adalah unit pemerintahan yang paling dekat dengan denyut nadi masyarakat. Penghargaan BAZNAS ini membuktikan bahwa sinergi antara BAZNAS dan pemerintah kecamatan dapat menciptakan ‘Sentuhan Lokal’ yang kuat,” ujar Camat Rakhman dengan penuh semangat.

​Beliau menjelaskan bahwa peran kecamatan adalah sebagai jembatan humanis yang menghubungkan kedermawanan para muzakki (pemberi zakat) dengan kebutuhan riil mustahik (penerima zakat).

​”Prinsip kami adalah ‘Zakat Tumbuh, Warga Berdaya’. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan sesaat, tetapi memastikan dana zakat dari BAZNAS menjadi modal awal bagi warga untuk membangun kemandirian ekonomi. Misalnya, melalui pelatihan wirausaha mikro, bantuan alat produksi, atau modal usaha kecil. Inilah inovasi yang kami dorong: zakat harus menjadi investasi peradaban,” tambahnya.

​Camat Rakhman juga menyoroti pentingnya gerakan kepedulian berbasis komunitas di wilayahnya.

​”Keberhasilan ini adalah cerminan dari seluruh lurah, ketua RT/RW, dan masyarakat Sako yang konsisten menyalakan semangat berbagi. Zakat bukan lagi sekadar kewajiban agama, tetapi telah menjadi budaya gotong royong untuk mengangkat derajat sesama. Kami di kecamatan hanya menjadi fasilitator, sementara hati nurani masyarakatlah yang menjadi motor penggerak utamanya. Kami berharap, semangat ini terus menular, menjadikan Palembang benar-benar kota yang sejahtera dan berdaya secara merata,” pungkasnya, mengakhiri statement dengan nada optimis.

​Pencapaian Kecamatan Sako ini diharapkan menjadi model percontohan bagi OPD kecamatan lain, menunjukkan bahwa peran aktif di tingkat lokal sangat krusial dalam mewujudkan visi BAZNAS untuk mensejahterakan umat.(Red)