Sejak awal 2022, Lisa menggunakan i-Jakarta, yakni aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan e-book gratis. Dengan i-Jakarta, ibu dua anak ini bisa membaca berbagai koleksi e-book yang tersedia. Melalui aplikasi tersebut, membaca buku secara digital menjadi lebih mudah, nyaman, kapan pun dan di mana pun.
“Membaca buku lewat aplikasi i-Jakarta dari smartphone jadi lebih mudah. Kapan pun dan di mana pun mau baca buku bisa dilakukan. Baca buku digital ini juga membantu meningkatkan budaya baca bagi anak. Koleksinya juga banyak,” ucapnya.
Aplikasi i-Jakarta yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, merupakan salah satu komitmen Pemprov DKI untuk meningkatkan budaya membaca bagi warga ibu kota. Selain i-Jakarta, Dispusip DKI juga menginisiasi gerakan Baca Jakarta.
Program yang sudah berjalan sejak 2019 ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem membaca berkelanjutan yang terbangun melalui kebiasaan. Baca Jakarta adalah sebuah tantangan membaca selama 30 hari bagi anak usia 4-18 tahun.
Kepala Dispusip Provinsi DKI Jakarta, Wahyu Haryadi, menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung Kota Jakarta sebagai City of Literature, serta mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tinggi untuk ikut berpartisipasi mewujudkan budaya gemar membaca.
“Sampai dengan triwulan pertama 2022, program Baca Jakarta sudah mencapai 71.719 peserta, atau meningkat sebesar 144,5 persen dari tahun 2021, yaitu sebanyak 29.332 peserta yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta maupun dari luar Provinsi DKI Jakarta,” ujar Wahyu.
Tantangan membaca dapat berupa membuat ringkasan ataupun menuliskan tokoh-tokoh cerita yang telah dibaca, menyebutkan buku atau penulis favorit, maupun melakukan publikasi kegiatan yang telah dilakukan melalui media sosial masing-masing peserta.
“Sumber bacaannya bisa didapatkan melalui perpustakaan digital seperti i-Jakarta, iPusnas, Let’s Read, dan sumber bacaan digital lainnya. Ada juga di perpustakaan umum daerah, taman bacaan masyarakat, pojok baca, serta koleksi buku tercetak maupun buku digital yang dimiliki oleh masing-masing peserta,” imbuh Wahyu.
Seluruh peserta Baca Jakarta yang berhasil menyelesaikan tantangan Baca Jakarta akan memperoleh e-sertifikat yang ditandatangani oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta. 400 peserta tercepat yang dapat menyelesaikan tantangan membaca selama 30 hari pada setiap triwulan, berhak mendapatkan goodie bag yang telah disiapkan oleh Dispusip.
Peserta terpilih juga akan diundang untuk menghadiri perayaan Baca Jakarta, bersama narasumber penulis buku ternama. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti tantangan Baca Jakarta, dapat mendaftarkan diri melalui website www.bacajakarta.jakarta.go.id.
Setiap peserta yang mengikuti tantangan Baca Jakarta, diwajibkan mengisi booklet tantangan membaca yang telah disiapkan, dengan mengunggah bukti menyelesaikan tantangan berupa ringkasan cerita maupun gambar perhari.
Tingkatkan Minat Baca Generasi Muda
Sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat atas keikutsertaannya dalam gerakan membaca ini, beberapa waktu lalu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta mengadakan Perayaan Baca Jakarta 2022 di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).
Dalam perayaan ini diselenggarakan pula Konser Baca, yaitu perayaan Baca Jakarta berupa pembacaan cerita oleh para pegiat literasi, sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta anak yang telah mengikuti Tantangan Baca Jakarta.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, menyampaikan bahwa membaca dapat membantu untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas, menambah ilmu, meningkatkan keterampilan berbahasa, serta kemampuan berpikir. Tentunya, membaca menjadi lebih seru dengan diselenggarakan tantangan Baca Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk seluruh peserta, baik anak-anak maupun keluarga sebagai pendamping, yang telah berpartisipasi dalam tantangan Baca Jakarta tahun 2022. Membaca dapat menjadi satu kegiatan alternatif bermanfaat dan menyenangkan untuk dilakukan bersama keluarga. Orang tua mendampingi anak dalam berliterasi, baik membaca maupun menuliskan serta mengekspresikan apa yang mereka baca dari buku yang mereka sukai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sekda Marullah menambahkan, kegiatan membaca menjadi makin seru dengan penyelenggaraan Perayaan Baca Jakarta 2022, yang diharapkan dapat meningkatkan budaya gemar membaca. Sebab, membaca buku memiliki banyak manfaat bagi kehidupan.
“Saya berharap, kegiatan membaca ini tidak berhenti dengan berakhirnya Perayaan Baca Jakarta 2022. Namun, tetap dapat dilanjutkan bersama keluarga, sehingga membaca dapat menjadi budaya yang melekat dalam masyarakat,” terangnya.
Untuk diketahui, Baca Jakarta 2019 dilaksanakan di 143 ruang baca, yang diikuti 3.551 peserta anak dan 928 relawan. Namun, pada 2020, Baca Jakarta tidak dapat dilaksanakan, karena terjadi pandemi Covid-19.
Pada 2021, sebagai adaptasi akibat pandemi Covid-19, Baca Jakarta dilaksanakan secara daring melalui website. Seluruh masyarakat dapat mengikuti tantangan membaca dari rumah masing-masing, sebagai peserta anak maupun pendamping.
Dalam pelaksanaannya, partisipasi masyarakat yang mengikuti tantangan Baca Jakarta meningkat pada 2021. Jumlah peserta mencapai 30.058 orang, terdiri dari 15.022 peserta anak dan 14.310 pendamping yang berasal dari Jakarta, serta 377 peserta anak dan 349 pendamping yang berasal dari luar Jakarta.
Pada 2022, Dispusip DKI berinovasi dengan menyelenggarakan tantangan Baca Jakarta sepanjang tahun. Ini sebuah upaya untuk menyediakan kegiatan literasi berkelanjutan, agar semangat masyarakat dalam membudayakan gemar membaca dapat terus menyala.
Pada tahun ini, telah dilaksanakan Baca Jakarta pada triwulan pertama, kedua, dan ketiga. Partisipasi masyarakat pun meningkat, yaitu 71.719 peserta pada triwulan pertama, 72.105 peserta pada triwulan kedua, dan 117.219 peserta pada triwulan ketiga. Selanjutnya, Baca Jakarta triwulan keempat juga akan kembali dilaksanakan pada Oktober 2022.
Untuk menyukseskan program ini, Dispusip bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan swasta, antara lain PT Bank DKI, PT Jakarta Propertindo, PD Pembangunan Sarana Jaya, PT Transportasi Jakarta, PD Pasar Jaya, PT Jamkrida, dan Penerbit Deepublish.
Selain itu, penyelenggaraan Baca Jakarta ini juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), Dinas Komunikasi Informatikan dan Statistik (Diskominfotik), PT MRT Jakarta, PT Transportasi Jakarta, PT Aksaramaya, The Asia Foundaton, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta komunitas-komunitas literasi lainnya.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan promosi, sehingga menjadikan Baca Jakarta sebagai suatu gerakan literasi bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. (Rls)