Bupati Nganjuk Dibebastugaskan Dari Ketua DPC PDIP

Nganjuk – Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang tersandung dugaan kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah dibebastugaskan sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Nganjuk, melalui surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) No. 216/KPTS/DPP/1/2017 tanggal 26 Januari 2017.

Dalam SK yang ditandatangani langsung Ketua Umum DPP PDI Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto itu, posisinya digantikan Budi Sulistyono, Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Jatim sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPC PDIP Kabupaten Nganjuk masa bakti 2015-2020.

“PDIP Pusat maupun Jatim tidak akan memberikan bantuan hukum kepadanya (Taufiqurrahman). Ada tindak pidana yang tidak bisa diberikan bantuan hukum oleh organisasi, yakni kasus korupsi, narkoba dan pedofilia serta terorisme,” ujar Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi yang dikonfirmasi, Senin (6/2) tadi pagi.

Pembebastugasan Taufiqurrahman dari posisi ketua DPC PDIP itu agar ia lebih berkonsentrasi menghadapi kasus hukum.

“DPP PDIP meminta kepada Taufiqurrahman untuk lebih berkosentrasi di dalam menyelesaikan persoalan hukum yang sedang dihadapi. Menugaskan PLH Ketua DPC PDIP Nganjuk bersama-sama seluruh pengurus DPC PDIP Nganjuk untuk melaksanakan konsolidasi organisasi dan program kerja partai, dengan berpedoman pada AD/ART PDIP serta peraturan partai.

“PLH di sini dalam beberapa waktu kedepan berkewajiban melakukan pemilihan pejabat pengganti definitif guna mengisi jabatan lowong Ketua DPC PDIP Nganjuk,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terjerat kasus dugaan korupsi gratifikasi pengurusan proyek infrastruktur ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Desember 2016 lalu. Kendati demikian, baru Selasa (24/1) baru lalu, Taufiqurrahman yang menjabat Bupati periode 2008-2013 dan 2013-2018 itu dipanggil KPK guna menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka.

Taufiq diduga menerima gratifikasi (minimal) dari lima proyek bernilai puluhan miliar pada tahun 2009, di antaranya pembangunan Jembatan Kedungingas, proyek rehabilitasi saluran Melilir Nganjuk, proyek perbaikan halan Sukomoro-Kecubung, proyek rehabilitasi saluran Ganggang Malang dan proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngangkrek-Blora di Nganjuk. (Net)