Jakarta Selatan – Keberadaan teknologi digital yang makin canggih dan akses internet dan telekomunikasi yang merata menjadi salah satu faktor sukses dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi memastikan Pemilu 2024 akan berjalan dengan baik dan transparan dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dan teknologi yang makin canggih.

“Saya yakin dengan kemajuan teknologi ini semuanya serba cepat, serba transparan, mau curang darimana, pasti langsung di-video-kan dan viral kalau ada intimidasi atau kecurangan,” ujarnya dalam acara Podcast yang disiarkan melalui kanal Youtube Total Politik di Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2024).

Menkominfo menyontohkan melalui pemanfaatan media sosial di kalangan masyarakat Indonesia. Menurutnya, pascapenghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), pemilih pasti akan memfoto Formulir C1 dan menyebarkan melalui media sosial.

“Sehingga tidak ada peluang bagi siapapun untuk mengubah hasil tersebut. Sistem, teknologi, sudah lebih maju, partisipasi masyarakat tinggi, kan di TPS difotoin semua itu C1. Formulir C1 820 ribu TPS pasti akan ada semua,” tandasnya.

Oleh karena itu, Menteri Budi Arie meminta agar masyarakat tetap menjaga kredibilitas lembaga penyelenggara Pemilu. Selain itu, Menkominfo juga mendorong masyarakat mengawasi jalannya Pemilu serta tidak menyebarkan narasi negatif.

“Yang dirugikan adalah kredibilitas lembaga penyelenggara Pemilu, demokrasi kita yang rugi, sekarang ini saatnya untuk sama-sama masyarakat mengawasi,” ujarnya.

Menteri Budi Arie meminta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu memastikan semua pemilih dapat menggunakan hak pilih dengan baik. Menkominfo juga mengajak semua pemilih untuk menggunakan hak pilih dalam Pemungutan Suara Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 mendatang.

“Kami mengharapkan saatnya kedaulatan rakyat ini diwujudkan dengan mendatangi TPS pada tanggal 14 Februari 2024 dan menggunakan hak pilih sebaik-baiknya,” imbaunya. (Red)