Bengkulu Utara, kabar86.com – Pelaksanaan pembangunan Rehab sekolah yang dilakuksan secara swaklola oleh panitia pembangunan sekolah di Bengkulu Utara khususnya pada SMP 05 Bengkulu Utara diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB dalam pelaksanaanya.
Informasi yang didapat awak media, dalam pelaksanaan kegiatan rehat SMP 05 Bengkulu Utara yang menelan dana Rp225 juta tersebut yang bersumbr dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, dan sesuai degan yang tertera pada papan informasi itu digunakan untuk kegiatan Rehabilitasi 3 ruangan kelas, dengan waktu pelaksanaan 190 hari kalender dengan rencana selesai pada bulan Desember 2020 mendatang.
Salah seorang warga masyarakat setempat yang memintak identitasnya di rahasiakan, ketika menemui awak media mengatakan,
“ Bahwa dalam pelaksanaan rehab tersebut menurut kami pak, tidak seperti rehab yang pernah kami kerjakan dan kami lihat, karena di sekolah ini waktu pelaksanaan rehab itu, lantai yang lama dipecah tetapi pecahanya tidak dibuang itu dijadikan timbunan lagi, tampa menggunakan bahan timbunan lain” jelasnya.
Ia pun menambahkan, “ Kalau biasanya mengganti lantai, lantai lama dipecah dan pecahanya dibuang baru dikasih timbunan lagi tanah atau pasir, sesuai dengan RAB biasanya, tapi kemaren waktu rehab sekolah ini tidak, pecahan lantai itu tidak dibuang, langsung diratakan, jadi menurut kami itu tidak sesuai dengan sepesifikasi bangunan.”Tutupnya
Sementara itu ketika awak media ini mencoba mencari kebenaran informasi tersebut di SMP 05 Bengkulu Utara, terlihat pelaksanaan rehabilitasi sudah selesai, dan kepala sekolah Robin Panjaitan sedang tidak berada ditempat. Dan awak media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut lewat pesan Singkat Whatsapp, dalam Pesan singkatnya kepala Sekolah menyampaikan,
“ Nanti kita perbaiki dan kita lihat ya pak,” Tulisnya dalam pesan singkat.(*)




















