Pemerintah Upayakan Stok Vaksin COVID-19 Lebih Cepat

Jakarta, kabar86.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah mengupayakan ketersediaan vaksin lebih cepat sehingga Program Vaksinasi COVID-19 bisa selesai lebih cepat.

“Kami minta Biofarma negosiasi ke produsen-produsen vaksin agar kita bisa mendatangkan vaksin lebih cepat dan bisa selesai dalam 12 bulan. Sampai saat ini vaksinasi masih dijadwalkan 15 bulan,” kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR yang diikuti melalui akun Youtube DPR RI di Jakarta, Kamis.

Budi mengatakan meskipun pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan selesai dalam waktu 15 bulan, Presiden Joko Widodo meminta vaksinasi bisa selesai dalam 12 bulan.

Menurut Budi, ketersediaan vaksin menjadi kendala dan tantangan untuk bisa menyelesaikan vaksinasi dalam waktu 12 bulan sebagaimana diminta Presiden Jokowi.

Terkait pengadaan vaksin COVID-19 produksi Sinovac China, Budi mengatakan sudah mengajukan anggaran untuk impor kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp20,9 triliun.

“Anggarannya sudah kami masukkan, baru Rp20,9 triliun. usulan anggaran baru ini hanya untuk vaksin Sinovac karena memang yang lainnya angkanya belum sempat masuk dari Biofarma,” tuturnya.

Kementerian Keuangan telah memberikan perkiraan anggaran program vaksinasi COVID-19 Rp66 triliun hingga 75 triliun. Selain itu, Indonesia juga bisa mendapatkan vaksin secara gratis dari Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) COVAX Facility.

Budi berharap Indonesia bisa mendapatkan jatah vaksin gratis tersebut secara maksimal. Diperkirakan Indonesia bisa mendapatkan vaksin dari GAVI hingga 108 juta dosis.

“Karena itu kami memaksa memasukkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai Co-Chair GAVI dan sudah berhasil. Mudah-mudahan bisa mendapatkan sebanyak mungkin vaksin gratis dari GAVI,” katanya. (Ant)