Banyak Guru di Daerah Tertinggal di Mukomuko Bekerja Tanpa Gaji

Mukomuko, kabar86.com – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengungkapkan, sampai sekarang masih banyak guru di daerah tertinggal atau daerah khusus di kabupaten ini yang berstatus sebagai tenaga kerja sukarela (TKS) yang bekerja tanpa gaji/honor bersumber dari APBD.

“Guru sekolah di daerah khusus banyak yang masih TKS, harapan kami diangkat menjadi tenaga honorer daerah agar mereka dapat Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPK), menerima gaji dari APBD dan dana BOS,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Mukomuko Rasita di Mukomuko, Kamis.

Di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang berada di daerah khusus seperti di Kecamatan Penarik, Kecamatan Teramang Jaya, Kecamatan Malin Deman, Kecamatan Ipuh dan Kecmatan Air Rami, masih banyak guru tanpa gaji.

Selain itu, ia berharap guru yang berada di daerah khusus di kabupaten ini tidak hanya menerima gaji/honor dari APBD dan BOS, tetapi juga dapat menerima tunjangan khusus dari pemerintah pusat.

“Sudah ada guru sekolah di daerah khusus di kabupaten ini yang menerima tunjangan khusus daerah tertinggal, tetapi masih banyak guru yang belum menerimanya,” ujarnya.

Ia berharap, guru sekolah di daerah khusus menerima tunjangan khusus agar ada perbedaan dengan guru di sekolah yang dekat dengam kecamatan akses jalannya mudah dilewati kendaraan.

Dikatakan, pihaknya telah melihat langsung guru dan sekolah di daerah khusus dan ada guru yang sudah mendapat tunjangan khusus dan ada juga guru yang belum mendapat tunjangan khusus.

“Kalau bisa semua tenaga guru baik yang telah berstatus pegawai, guru honorer/kontrak maupun tenaga kerja sukarela mendapatkan tunjangan khusus dari luar daerah ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomko mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke daerah khusus dan instansi dengan PGRI melakukan kunjungan ke daerah sulit dijangkau dan nyata sulit.

“Kami sudah usulkan ke kementerian, dan kemaren kita koordinasi lewat ‘hand phone’ sementara mereka merujuk pada indeks desa membangun (IDM) dan kita cek ternyata di kabupaten kita tidak ada lagi sekolah yang sangat tertinggal yang ada desa tertinggal,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebenarnya indikator ini tidak masuk, keterangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa memang di Kabupaten Mukomuko tidak ada lagi desa sangat tertinggal.

Kendati demikian, ia menyatakan, pihaknya tetap mengusulkan tunjangan khusus untuk guru sekolah di desa tertinggal yang tersebar di Kecamatan Penarik, Kecamatan Teramang Jaya, Kecamatan Malin Deman, Kecamatan Ipuh dan Kecmatan Air Rami. (Ant)