Manuver Sang Presiden

Oleh: Dr. Yurisman Star, S.E, M.Si
(Akademisi/Dosen Institut STIAMI Jakarta)

Jakarta – Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke China, Jepang, dan Korea Selatan dari tanggal 25 Juli 2022 hingga 28 Juli 2022 menghasilkan beberapa kesepakatan dan komitmen. Kesepakatan dan komitmen investasi (kerja sama investasi) yang sudah disepakati dengan nilai diperkirakan hingga 100 triliun rupiah. Di Cina misalnya, Jokowi menandatangani sejumlah kesepakatan yakni: 1) China impor CPO dan Produk pertanian Indonesia sebanyak 1 juta ton; 2) Green Industrial Park di Kalimantan Utara; 3) Kerja sama Pengembangan dan Penelitian Vaksin dan Genomika; 4) Pengaturan Kerja sama Kelautan; 5) Pembangunan Hijau; 6) Protokol mengenai ekspor nanas Indonesia; 7) Pengaturan Kerja Sama Pertukaran Informasi dan Penegakan Pelanggaran Kepabeanan; dan 8) Rencana Aksi Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber dan Teknologi.

Sementara di Jepang, Presiden juga menandatangani sejumlah kesepakatan ekonomi, mengantongi komitmen investasi senilai US$ 5,2 miliar atau Rp 77,9 triliun. Presiden juga menyampaikan bahwa rencana perluasan investasi Jepang ke Indonesia diharapkan tidak hanya menguntungkan bagi Jepang akan tetapi juga bagi perusahaan-perusahaan nasional dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kerja sama-kerja sama investasi yang dilakukan tersebut.

Kesepakatan atau kerjasama dengan sejumlah perusahaan-perusahaan raksasa Jepang seperti Toyota Corp, Sojitz Corp, Mitsubishi Corp, Mitsubishi Motors, Toyota Susho, Sharp Corp, Inpex Corp, dan Kansai Elektric Power, diharapkan mampu menumbuhkembangkan dan memajukan tidak hanya Perusahaan berskala Nasional akan tetapi juga memajukan UMKM. Hal ini dapat diartikan bahwa kerjasama yang dilakukan tidak hanya mampu memberikan keuntungan sepihak melainkan kedua belah pihak, mengedepankan prinsip kepentingan nasional dalam pengelolaan setiap sumber daya alam, dan mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan.

Sedangkan di Korea Selatan, kesepakatan bilateral juga disepakati oleh Jokowi, membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan, mempromosikan produk-produk unggulan negara masing-masing, percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik, dan industri baterai yang terintegrasi dengan pertambangan serta industri baja otomotif untuk kendaraan listrik. Tidak hanya sampai disitu, Korea Selatan juga berinvestasi untuk pengembangan Ibu Kota Nusantara dengan penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum dan capacity building dalam pembangunan smart city.

Setidaknya ada tiga hikmah yang dapat diambil dari kegiatan Presiden Jokowi melakukan lawatan ke China, Jepang, dan Korea Selatan tersebut:

Mempertegas Politik Luar Negeri Bebas-Aktif
Politik Luar Negeri Indonesia sesuai dengan Visi Misi Pemerintahan Jokowi 2019-2024 yakni Politik Luar Negeri yang bebas dan aktif yang salah satu misinya adalah Memperkuat diplomasi ekonomi, untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional Indonesia dalam kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata, serta perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional.

Politik luar negeri yang bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional dan tidak mengikatkan diri secara a priori pada satu kekuatan dunia, aktif memberikan sumbangan pemikiran maupun partisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik, sengketa dan permasalahan dunia lainnya, demi terwujudnya ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Jika mengacu pada hal tersebut, maka jelaslah sudah kunjungan Presiden Jokowi ke China, Jepang, dan Korea Selatan tidak semata-mata menarik investasi atau kepentingan ekonomi belaka melainkan juga merupakan bagian dari upaya diplomasi dan partisipasi aktif Indonesia dikawasan Asia pada khususnya dan Dunia pada umumnya.

Menciptakan Kantong-Kantong Lapangan Pekerjaan Baru
Selain mempertegas politik luar negeri dan posisi Indonesia di kancah Asia dan Dunia, Kunjungan dan kesepakatan yang dihasilkan dari kunjungan tersebut tidak hanya mampu menarik investasi melainkan juga akan membuka kantong-kantong lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi sangat penting mengingat dalam 3 tahun terakhir Indonesia dihadapi pada masalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas, tingginya pengangguran, dan adanya Bonus Demografi yang belum dapat dioptimalkan bagi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Dengan adanya investasi, alih teknologi, dan sumber daya manusia, diharapkan peluang-peluang pekerjaan akan semakin terbuka lebar apalagi dengan adanya komitmen dari Presiden Jokowi tidak tidak hanya menguntungkan sepihak melainkan juga menguntungkan perusanaan dalam negeri dan UMKM. Dengan nilai investasi mencapai 100 triliun, tentu saja kita optimis, kantong-kantong pekerjaan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru akan semakin terbuka bagi masyarakat Indonesia.

Solusi Persolan Ekonomi Yang Dihadapi Indonesia
Kunjungan Presiden Jokowi ke tiga negara tersebut tidak hanya semata-mata kunjungan kerja biasa, melainkan sebagai upaya cerdas dari seorang Kepala Negara dari salah satu negara besar dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Adanya kesepakatan kerjasama dengan China terkait impor CPO dan produk turunannya secara tidak langsung sebagai bentuk upaya penyelesaian persoalan sawit di Indonesia. Sedangkan kerjasama vaksin dan pengembangan teknologi serta berbagai industri lainnya di Jepang dan Korea juga merupakan sebagai upaya Indonesia menjadi salah satu negara yang terdepan dalam industri yang berbasis teknologi ramah lingkungan. Sedangkan kerjasama maritim dan ketenagakerjaan merupakan upaya Indonesia untuk mengoptimalkan potensi kelautan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai poros maritim Dunia.

Penutup
Berbagai upaya investasi tersebut tentunya tidak terlepas dari upaya Solutif yang diusahakan oleh Presiden dalam rangka mengatasi persoalan keterbatasan Sumber Daya Nasional dalam rangka percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang selama 3 tahun belakangan berkutat pada persoalan Covid19. Untuk itu sebagai bagian dari anak bangsa, tentunya kita wajib bersyukur dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dalam rangka memajukan dan memakmurkan Indonesia dengan tetap berpegang teguh pada prinsip dan nilai-nilai kebangsaan yang kita yakini bersama yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (A1)