Sumsel.Kabar86.com, Palembang – Menanggapi laporan masyarakat terkait luapan air pasang yang merendam pemukiman, Camat Sako, H. Rakhman Pane, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Perumahan Griya Lebak Murni, RT 107, Kelurahan Sako, Kamis (8/1).
Peninjauan ini dilakukan menyusul viralnya informasi mengenai genangan air di kawasan tersebut melalui media sosial.
Dalam kunjungannya, Rakhman Pane didampingi oleh Lurah Sako Indi Suhanto serta aktivis dari Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS), Ujang Sanusi. Kehadiran tokoh lingkungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam menjaga ekosistem sungai.
Kondisi banjir di lokasi tersebut diketahui dipicu oleh tingginya luapan air pasang dari permukaan anak Sungai Borang, yang merupakan bagian dari Sub-Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) Musi. Untuk memberikan solusi jangka panjang, Camat Sako secara responsif langsung menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.
”Kami menyadari beban masyarakat yang terdampak luapan anak Sungai Borang ini. Oleh karena itu, saya langsung berkoordinasi dengan Bidang PSDA-IL Dinas PUPR Kota Palembang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Kemen PUPR RI,” ujar H. Rakhman Pane di lokasi peninjauan.
Ia menekankan bahwa langkah darurat saja tidak cukup. Dibutuhkan percepatan realisasi pembangunan infrastruktur permanen berupa DAM atau Talud di sepanjang bantaran aliran anak sungai tersebut.
”Kami meminta agar pembangunan DAM dan Talud ini disegerakan. Ini adalah langkah krusial untuk mencegah terulangnya banjir dan genangan akibat pasang air sungai. Keselamatan dan kenyamanan warga di Griya Lebak Murni adalah prioritas kami,” tegasnya.
Melalui langkah koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat segera membuahkan hasil, sehingga normalisasi dan penguatan bantaran sungai dapat melindungi kawasan pemukiman warga secara berkelanjutan.(Red)












