Advertorial Lurah 12 Ulu Dorong Budaya Kolaborasi Lintas Batas demi Sungai Raso yang...

Lurah 12 Ulu Dorong Budaya Kolaborasi Lintas Batas demi Sungai Raso yang Bersih

Sumsel.Kabar86.com, Palembang – Masalah kebersihan lingkungan di wilayah perbatasan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh warga Kelurahan 12 Ulu dan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang. Dipimpin langsung oleh Lurah 12 Ulu, Akhmad Oktariansyah, SH., M.Si, warga dari dua kelurahan berbeda ini bersatu melakukan aksi gotong royong membersihkan Sungai Raso, Jumat (09/01/2026).

​Kegiatan monitoring dan aksi nyata ini difokuskan pada titik perbatasan antara RT.12 Kelurahan 12 Ulu dan RT.13 Kelurahan 11 Ulu. Aliran Sungai Raso yang melintasi kedua wilayah tersebut dibersihkan dari sampah domestik dan rumput liar yang mulai menghambat laju air.

​Lurah 12 Ulu, Akhmad Oktariansyah, yang hadir memantau jalannya kegiatan, menekankan pentingnya menghapus “sekat administratif” dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, sungai tidak mengenal batas wilayah, sehingga penanganannya pun harus dilakukan secara bersama-sama.

​”Kebersihan sungai ini adalah tanggung jawab kolektif. Hari ini kita buktikan bahwa batas antar-kelurahan bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama. Saya sangat bangga melihat warga dari 11 Ulu dan 12 Ulu bahu-membahu turun ke sungai demi kepentingan bersama,” ujar Akhmad Oktariansyah di lokasi kegiatan.

​Aksi kolaborasi ini dinilai sebagai langkah inovatif dalam menyelesaikan permasalahan sampah di wilayah perbatasan yang sering kali terabaikan karena keraguan terkait wewenang wilayah. Dengan adanya inisiatif ini, aliran Sungai Raso diharapkan menjadi lebih lancar dan estetika lingkungan tetap terjaga.

​”Harapan saya, gerakan warga hari ini menjadi pemantik untuk kolaborasi-kolaborasi selanjutnya. Jika wilayah perbatasan dirawat bersama secara rutin seperti ini, saya yakin tidak ada lagi tumpukan sampah yang tersisa. Ini adalah bentuk gotong royong yang sesungguhnya, mengedepankan asas kekeluargaan dan kepedulian lingkungan,” pungkasnya.

​Monitoring ini diakhiri dengan diskusi santai antara Lurah dan tokoh masyarakat setempat untuk memetakan titik-titik rawan genangan, sebagai upaya preventif menghadapi puncak musim penghujan di bulan Januari ini.(Red)