BENGKULU UTARA – Tiga anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara yang berasal dari Daerah Pilihan (Dapil) II, Padang Jaya, Giri Mulya dan Air Padang, hadir dalam agenda Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat Kecamatan (Musrenbangcam), Kecamatan Padang Jaya yang dilaksanakan di balai desa Padang Jaya, Senin (03/02/2025).

Ketiga anggota DPRD tersebut yakni Tommy Sitompul S.Sos, Hotman Sihombing, S.Th, dan Morten Proshansen SH. MH. Kehadiran para legislatif yang merupakan para wakil rakyat ini, merupakan agenda penting dalam rangka menjaring aspirasi dari masyarakat mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Tak hanya terlepas dari usulan masyarakat, beberapa usulan dari salah satu instansi kesehatan dan pendidikan tingkat desa pun turut menjadi atensi tersendiri para wakil rakyat dalam mencerna sekaligus memahami kebutuhan dari rakyat di daerah asal pemilihannya.

Kepada media ini Tomi Sitompul menjelaskan, mereka bertiga secara resmi menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara.

“Musrenbang tersebut, kata Tomi Sitompul merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh pemerintah disetiap kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara. Tujuannya adalah untuk menetapkan pembangunan skala prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang, menggunakan alokasi dana dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, hingga APBN,” kata Tomi Sitompul.

Tomi menjelaskan, semua usulan dan aspirasi dari masyarakat akan ditampung semuanya, hanya saja, mengingat keterbatasan dari Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bengkulu Utara, maka akan dipilah kembali berdasarkan skala prioritas.

“Musyawarah ini tentunya untuk menjaring aspirasi berdasarkan skala prioritas, kita mendahulukan kebutuhan yang bersifat urgen dan diperlukan sesegera mungkin untuk dibawa ketingkat kabupaten, setelah itu akan kita kawal dan pantau terus semoga dapat terelisasi untuk kepentingan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Padang Jaya,” ungkapnya.

Namun demikian, beberpa usulan yang tidak termasuk dalam skala prioritas, bukan berarti tidak akan bisa direalisasikan, namun tetap akan dibawa ke tingkat kabupaten dan seterusnya, semoga dapat diproses dan direlisasikan dengan jalan lainnya.

“Yang belum masuk pada skala prioritas tetap menjadi catatan kita dan akan kita bawa, jika tak bisa melalui APBD kita akan upayakan melalui jalur lainnya, karena yang terpenting adalah kita memhami dan mengerti akan kebutuhan dari masyarakat kita,” imbuh Tomi Sitompul.

Tomi menjelaskan, kebutuhan masyarakat merupakan tolak ukur akan kesejahteraan masyarakat disuatu wilayah, dengan mendengarkan langsung setiap aspirasi yang merupakan kebutuhan bagi masyarakat, merupakan semagat baru bagi para anggota legislatif yang sejatinya adalah wakil dari masyarakat. Karena menurut Tomi Sitompul, visi dan misi dalam menyejahterakan masyarakat adalah dimulai dari mengetahui keluhan dan kebutuhan dari masyarakat itu sendiri.

selain itu, Dijelaskan Tomi, bahwa suksesnya sebuah daerah salah satunya tergantung pada proses perencanaannya. Tentunya, perencanaan ini harus melalui musyawarah agar mendapatkan kata sepakat mengenai apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat di desa.

Tampak hadir pula dalam acara Musrenbangcam ini, Kepala Bappelitbangda Bengkulu Utara, Kepala Dinas PMD Bengkulu Utara, unsur Tripika Kecamatan Padang Jaya, para tokoh, unsur masyarakat serta undangan lainnya. (Adv)